Advanced Search
More Search Options
we found 0 results
Your search results

Tips Agen Properti : Lakukan Ini Jika Klien Tak Mau Datang ke Lokasi

Posted by Vivi on Agustus 21, 2017
| 0

Sekarang ini banyak ragam teknologi canggih yang digunakan untuk membantu calon pembeli rumah melihat secara detail spesifikasi rumah, tanpa harus datang ke lokasi. Tetapi, pembeli tetap harus datang ke lokasi sebelum memutuskan untuk membeli.

Iklan properti, terutama pada properti online, menawarkan bermacam – macam media untuk memperlihatkan detail rumah yang dijual, mulai dari sekedar foto, foto 360, sampai virtual tour. Teknologi virtual tour belum digunakan di Indonesia.

Dengan teknologi virtual tour 3D yang dinamakan Matterport, Anda bisa melihat seisi rumah, keluar-masuk ruangan demi ruangan, lewat kacamata VR ataupun layar komputer Anda. Teknologi ini ‘menjahit’ gambar demi gambar sehingga menjadi satu kesatuan yang interaktif.

Dengan teknologi Matterport, calon konsumen bisa mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai luas ruangan dan tata letaknya.

Pun dengan segala kecanggihan tersebut, selayaknya konsumen tetap melihat properti yang dimaksud secara langsung. Ini bertujuan supaya konsumen bisa mengetahui kondisi properti dengan jelas agar tidak terjadi komplain di kemudian hari.

Ada beberapa alasan yang membuat konsumen tak bisa datang, di antaranya adalah kesibukan, tinggal di kota yang berbeda, atau karena sangat mempercayai agennya. Jika ini yang terjadi, ada tips untuk mengatasinya:

Berikan pemahaman
Berikan penjelasan mengapa konsumen perlu mengecek properti. Dengan datang langsung, ia tidak hanya mengetahui detail terkini properti yang bersangkutan, tetapi juga mengetahui langsung kondisi lingkungan sekitar.

Tawarkan bantuan pengecekan
Jika calon pembeli masih tak bisa datang, tawarkan untuk melakukan pengecekan. Sedikit tips, foto diri Anda di depan properti yang bersangkutan untuk meyakinkan bahwa foto tersebut Anda ambil sendiri.

Ambil foto sedetail mungkin, mulai dari tampak depan rumah, material yang digunakan seperti lantai, pintu, kusen, sanitair, dan lain-lain. Jangan sembunyikan kekurangan (jika memang ada), misalnya bagian-bagian yang perlu diperbaiki. Tujuannya agar tidak terjadi komplain di kemudian hari. Jika memungkinkan, ada baiknya Anda bereskan kekurangan tersebut sebelum memotretnya.
Tanyakan juga kepada klien mengenai bagian-bagian tertentu dari properti tersebut yang ingin ia ketahui lebih detail.

Aktif menjalin komunikasi
Sering-sering berikan informasi mengenai perkembangan properti yang diminati. Jika perlu, laporkan perubahan-perubahan yang terjadi. Misalnya, ada perbaikan jalan, pelebaran jalan, atau rencana pembangunan sekitar.Dengan mendapatkan informasi terbaru, calon pembeli akan semakin yakin mengambil keputusan meski tak datang langsung ke lokasi.

Terkadang di kesibukan pasar properti, ataupun penjual yang mengkatrol harga murah demi mendapatkan pembeli yang banyak. Banyaknya penawaran harga akan membuat mereka percaya diri untuk menaikkan harga.

Buat perjanjian khusus
Klien yang sama sekali tidak mau datang ke lokasi bahkan hingga proses transaksi terjadi biasanya adalah orang yang berduit. Pun demikian, bukan berarti Anda bisa menganggap enteng transaksi tersebut.

Buat perjanjian berkekuatan hukum yang menegaskan bahwa klien tidak pernah melihat langsung ke lokasi dan mengambil keputusan dengan sadar. Ini untuk membebaskan Anda dari segala tuntutan seandainya pembeli melakukan komplain.

Jaga Kepercayaan
Calon pembeli memercayai sepenuhnya informasi yang Anda berikan hingga ia mengambil keputusan. Ini bertanda bahwa klien sudah percaya sepenuhnya kepada anda. Jangan sampai kepercayaan tersebut dirusak sehingga membuat klien anda ragu – ragu untuk membeli properti tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Compare Listings