fbpx
Advanced Search
More Search Options
we found 0 results
Your search results

Kata-kata Broadcast Wahstapp yang Aman untuk Promosi

Posted by Hendy on Oktober 25, 2019
| 0

Kita juga perlu beretika dalam membroadcast promosi usaha. Tanpa empati, bisa-bisa malah kita sendiri yang akan gigit jari. Membroadcast message sekarang ini memang mudah dan biayanya pun relatif murah. Hanya dengan menekan beberapa tombol, pesan kita bisa sampai ke puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang dalam waktu yang singkat. Sebagai pemilik usaha, kemudahan semacam ini tentunya menjadi hal yang sangat menarik sebagai sarana promosi. Tak aneh, jika metode promosi ini cukup populer di kalangan para pengusaha kecil dan rumahan. Meskipun begitu, kemudahan yang sama sebenarnya bisa berbalik arah dan berubah menjadi perangkap yang dapat menjebak pemilik usaha itu sendiri. Karena disadari atau tidak, broadcast message akan dengan mudah menggoda pelakunya untuk melakukannya lagi, dan lagi, dan lagi, tanpa memikirkan perasaan orang-orang yang menerimanya. Contoh nyatanya pun banyak, dan saya yakin Anda juga pernah mengalaminya. Masih ingat bombardir sms menawarkan pinjaman tunai? Atau promo-promo tiket pesawat murah? Sekali-dua kali mungkin masih bisa ditolerir. Tapi kenyataannya hal tersebut terus berulang dan sialnya lagi, isi pesan dan produk yang ditawarkan pun yang itu-itu saja. Menjengkelkan bukan? Nah, sekarang bayangkan jika hal yang sama terjadi pada calon pembeli. Anda tentu tidak ingin menjadi pihak yang membuat mereka kesal. Jangan hanya karena kita “semangat” berjualan, kita jadi lupa diri soal promosi. Alih-alih mendapat pembeli, yang ada malah membuat orang jadi pergi. Sebagai pemilik usaha, adalah bagian dari tanggung jawab moral kita kepada calon pembeli untuk tetap santun dalam berpromosi. Baik itu melalui email, sms, Blackbery Messenger, Facebook, dan sebagainya.

Broadcast Secara Proporsional

Dalam berpromosi, saya selalu merujuk pada asas proporsionalitas. Jangan terlalu jarang sehingga kita merugi, tapi jangan pula terlalu sering karena bisa membuat orang enggan untuk membeli. Ambilah jalan tengahnya. Evaluasi dan tanyalah kepada diri sendiri apakah broadcast message yang sudah kita lakukan sudah wajar frekwensinya? Apakah sudah proporsional? Anda mungkin bertanya, proporsional itu berapa kali? Jawabannya memang bukan jumlah yang pasti. Tapi kita bisa mendapatkan gambarannya dengan memposisikan diri sebagai calon pembeli. Apabila Anda adalah seorang calon pembeli, berapa banyak broadcast message yang menurut Anda wajar? Sekali sehari? Sekali per dua hari? Sekali seminggu? Dua kali seminggu? Atau sekali sebulan? Anda juga bisa menanyakan kepada orang-orang terdekat mengenai hal ini. Dari jawaban mereka dan jawaban Anda sendiri, Anda bisa mengira-ngira jumlah yang masuk akal dan wajar untuk dilakukan. Sebagai panduan umum, poin di bawah bisa menjadi rujukan dalam melakukan message broadcasting untuk promosi usaha:

1. Jangan ikut-ikutan. Hanya karena pesaing atau orang lain melakukan sebuah broadcast promosi, bukan berarti Anda juga harus melakukan promosi yang serupa. Bisa jadi metode yang mereka lakukan tidak cocok untuk jenis usaha Anda.

2. Usahakan untuk melakukan pendekatan personal. Hindari pesan yang isinya satu-untuk-semua. Melakukan hal yang demikian hanya membuat pesan anda “dingin” tanpa kepribadian.

3. Buat jadwal broadcast. Broadcast promosi yang baik adalah broadcast yang mengikuti jadwal tertentu. Ini tak hanya memudahkan Anda untuk mengatur waktu promosi, tapi juga memberi cukup jeda bagi calon pembeli untuk “menyerap” pesan yang ingin anda sampaikan.

4. Jangan tagging. Di Facebook, hindari men-tag orang di photo produk, karena ini bisa dianggap sebagai prilaku yang kurang sopan.

5. Cukup ganti status. Di Blackberry Messenger, aturlah broadcast promosi seperlunya saja. Selain dari itu, cukup ganti status Anda dengan kalimat promosi, bukan dengan membanjiri seluruh kontak Anda dengan pesan broadcast yang tidak perlu. Hindari pula membroadcast photo karena hanya akan memberatkan penerimanya.

6. Perhatikan waktu broadcast. Posisikan diri kita sebagai calon pembeli dan pikirkan kembali apakah waktu yang dipilih sudah tepat? Atau mungkin ada waktu yang lebih baik lagi?

7. Sering broadcast jadi cepat basi. Broadcast yang terlalu sering hanya akan membuat upaya Anda cepat basi. Orang akan cepat bosan dan lebih cepat merasa terganggu. Oleh karenanya, tahan diri untuk membroadcast dan ikutilah jadwal yang sudah Anda buat sebelumnya.

Kesimpulan

Broadcast message menawarkan kemudahan bagi pemilik usaha kecil dan rumahan untuk melakukan promosi secara cepat dengan biaya yang relatif murah. Tak mengherankan apabila metode broadcast menjadi pilihan banyak pemilik usaha. Namun demikian, broadcast message dapet menjadi bumerang apabila dilakukan tanpa perencanaan yang baik. Silakan membroadcast promosi usaha Anda. Tapi lakukanlah hal tersebut dengan cara yang santun dan proporsional. Posisikan diri kita sebagai calon pembeli dan latihlah rasa empati. Karena dengan begitu, kita bisa lebih peka dan merasakan apakah broadcast message yang kita kirimkan akan mengena di hati, atau hanya jadi pesan basi di mata calon pembeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

  • Berlangganan Email




Compare Listings